Rabu, 03 Desember 2014
Selasa, 25 November 2014
Hey Kamu yang Berada di Titik 45 derajat
Cuiittt kearah 45 derajat sebelah kanan, setiap hari pun dalam arah yang sama. Seperti hari ini Senin 24 November 2014 bisa mengobrol lebih dari satu paragraf itu rasanya "bahagia sekali". Walaupun yang diomongin gak lepas dari "sekolah", dan "siswa". Tak apalah daripada gak sama sekali. Bisa mengobrol lama dalam ruangan kerja yang notebenenya banyak orang lain disini itu cukup menyenangkan hati. Ya Allah makasih atas kesempatan pada hari ini :-). Tetap berharap bahwa diri mendapatkan pengganti yang lebih baik dari dia untuk agama dan masa depan, demikian sebaliknya semoga dirinya mendapatkan pendamping yang terbaik untuk agamanya dan masa depannya.
Semakin hari semakin sadar diri bahwa, perasaan ini memang harus diikhlaskan, diganti dengan tak lebih dari rasa seorang teman. Just it !
Flash back hari minggu lalu,
Hari itu ada waktu ke samarinda bersama seorang
teman yang tujuannya waktu itu adalah ke undangan acara ultah anaknya teman
kuliah. So sweet sempat kaget memang, belum pernah dengar berita tentang
pernikahannya ternyata dapat kabar baik ultah anaknya yang pertama berumur
genap 1 tahun dan sebentar lagi dia pun akan melahirkan anak ke-2. oh
bahagianya dia. Ya Allah semoga kebahagiaan dia akan turut aku rasakan.. aamiin
Karena jarak Samarinda - Tenggarong itu lumayan
jadi berkali - kali stop untuk mampir sholat. Bahkan sempat aku sampaikan pada
teman yang bonceng aku hari itu bahwa "untungnya sholat subuh masih lama,
kalau gak kita akan melewati 5 waktu di jalan. Dari sholat djuhur, ashar,
maghrib, isya....Selesai sholat ashar di salah satu mesjid di Samarinda,
kebetulan sekali saat itu aku duluan selesai sholat, dan secara tidak sengaja
melihat temanku yang pada hari itu yang izin ke mamaku bawa aku ke Samarinda.
Melihatnya sholat dalam sepenggal waktu dengan khusyuk. Secara sadar hati
berkata "Ya Allah temanku ini sebenarnya adalah seorang hambaMU yang baik
menurut penilaianku.. sholeh, penyayang orang tua, tidak merokok, santun, dan
sudah bekerja dengan baik, maka berikanlah pendamping seperti dia untukku. dan
berikan juga pendamping yang baik untuknya. :-)
Rabu, 29 Oktober 2014
Kamu yang Memenuhi Masa Mudaku
Assalammualaikum... warahmatullah..
Woww.. baca judul yang ditulis sendiri jadi greget.. pengen senyum sendiri.
Tapi, aku fikir tentang ini akan jadi bahan bacaan untuk diingat dimasa - masa mendatang. Dimana saat itu aku akan penuh dengan aktifitas dan dunia sendiri. Hey kamu.. ya kamu akan menjadi bagian dalam perjalanan hidup yang nantinya akan aku kenang di tahun - tahun mendatang. Kamu yang 3 tahun ini sudah merusak selera tidur dan makanku.. wkwkwk.. gak selalu sih terganggu tidur. :-).
Kamu yang pernah aku perjuangkan
Kamu yang pernah buat hari - hariku jadi nyaman
Kamu yang buat aku 1/2 gila kadang aku fikirnya sampai gitu
wkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
Kok bisa yaa, hanya karena sepeda motorku bersebelahan dengan sepeda motormu di parkiran Sekolah udah membuatku bahagia sekali. :-) :-) :-)
karena bagiku dengan melihat sepeda motormu parkir itu artinya kamu sehat dan datang dengan selamat ke sekolah.
oowhh.. cerita cinta sma bukan hanya milik siswa sma.. Tp, aku yang statusnya guru di SMA pun merasakan hal yang sama. Bahkan jauh lebih rumit dari cerita cinta anak SMA
Nah sekarang aku mencoba berdamai dengan perasaan ini. Perasaan yang cukup menyiksa selama 3 tahun. Tp, kadang mata tidak bisa di ajak kompromi. Masih saja memandang mu dari kejauhan. Masih tanpa sadar mengiringi setiap langkahmu, melihat senyummu, melihat gerak - gerikmu.
Semua Serba Sendiri
Assalammualaikum...warahmatullah.. wb
Duduk disini di t4 duduk Bu Sulist sambil nebeng laptop :-). + sambil nunggu waktunya adzan djuhur.
Menikmati hari demi hari pergantian waktu ternyata banyak hal yang di usia segini dilakukan sendiri.
Saat - saat yang dulu serba rame - rame, ada yang dukung, ada yang nemenin, nah sekarang semua dijalanin sendiri, dinikmatin sendiri.
Gak terbayang sebelumnya, semakin bertambah usia semakin banyak hal yang harus dikerjakan dan dipikul sendiri. Teman yang dulu semua sudah punya dunia sendiri dengan sejuta aktifitas juga.
Ke undangan saja untuk saat ini sudah bingung mau pergi sama siapa, ditemenin siapa, bagaimana nantinya. Sekedar share tentang sesuatu yang membuat bingung saja cukup diputuskan sendiri. Sudah berlalu orang - orang yang dulu suaranya masih kita dengar untuk sekedar protes "gak cocok lah, lucu lah, gak bagus lah". Padahal waktu itu betapa diri tidak suka ada yang terlalu cerewet.
Senin, 27 Oktober 2014
Cerita di Akhir Usia 25 tahun
Assalammualaikum....
Hhhwwwuuaaaaaa... tinggal beberapa hari lagi umur nambah lagi 1 tahun. Usia ke-26 ada di depan mata. Sedikitpun tidak pernah membayangkan dulunya kalau bakalan sampai di fase ini. Fase yang rumit. Hal yang dulu dianggap sederhana, malah jd masalah yang luar biasa. Perkara jodoh saja sudah membuat mata mengeluarkan air mata.
Hhhwwwuuaaaaaa... tinggal beberapa hari lagi umur nambah lagi 1 tahun. Usia ke-26 ada di depan mata. Sedikitpun tidak pernah membayangkan dulunya kalau bakalan sampai di fase ini. Fase yang rumit. Hal yang dulu dianggap sederhana, malah jd masalah yang luar biasa. Perkara jodoh saja sudah membuat mata mengeluarkan air mata.
Kamis, 11 September 2014
Mengingat Bahwa Kita Pernah Bersama Dalam Waktu Yang Lama
Menjumpai hari senin ke senin lagi. Sampai - sampai kadang lupa sudah berapa lama kita gak ngumpul bersama. Sepertinya bukan 3 bulan yang lalu. 4 bulan yang lalu juga bukan. Owh ya tahun lalu ya tahun lalu. Kangen bisa bersama dalam ruangan yang sederhana untuk makan dan berbagi cerita. Bukan hanya itu, sudah lupa juga kapan terakhir kita tertawa bersama. Tahun yang lalu pun surga ini sudah sepi, hanya ada duka, kemarahan, dan rasa sakit yang tak mungkin bisa tergantikan.
Entahlah episode ini berjalan sampai kapan. Baru saja menarik nafas sedikit lega mendengar berita kemaren, tapi menguap seketika atas hal yang terjadi diluar dugaan. Ya Allah kami hanya menjalani dan berharap diberikan jalan keluar yang terbaik. Sakit ini sudah terlalu lama. Bukan lagi hitungan 1 tahun, tapi sudah jalan 3 tahun. Mohon akhiri ini... tak ingin lagi ada mata yang menangis, tak ingin lagi melihat duka di hatinya, hati dia yang kami sayang.
Ya Allah kembalikan hati dan dirinya untuk kami. Kembalikan jiwa dan raganya bersama kami. Kami sangat merindukannya, ingin kembali mencium tangannya, mengaminkan do'a yang dipanjatkannya, merindukan semua tentangnya. Dan kami merindukan surga yang dulu. Hanya tempat tinggal sederhana tapi bisa membuat bahagia di hati kami. Ya Allah kembalikan kebahagiaan kami, kami yang dulu adalah satu. Kangen sholat berjama'ah lagi, kangen bersama, ternyata banyak hal yang sudah dijalani. Terlalu banyak bahkan.
Berikan kesempatan lagi untuk kami bersama
Kamis, 28 Agustus 2014
Ketika Rasa Iri Menghampiri Wanita Bujang
Assalammualaikum Warahmatullah....
Menarik nafas lebih dalam mengingat berbagai berita baru dalam minggu ini. Lelah sangat rasanya karena fikiran tidak bisa langsung di refresh dengan cepat untuk menghilangkan kecemasan. Setidaknya ada 3 kabar dari teman kuliah yang membuat perasaan dalam diri langsung drop turun menjadi hanya beberapa % saja. Kabar pertama dari Santi menikah hari selasa tadi, kabar kedua dari Ririn melahirkan putri pertamnya rabu pagi dan hari minggu ini Desi Mega melangsungkan resepsi pernikahan.
Yachh rasa iri ini sangat dalam. Bukan sekedar iri ingin menikah dan punya anak, bukan sekedar hanya ingin merasakan. Tp, lebih dari pada itu. Iri dan cemburu pada kesempatan yang mereka dapatkan lebih awal. Iri dan cemburu pada proses kehidupan mereka yang melewati fase - fase kehidupan menjadi istri, menjadi ibu. Kadang sempat berfikir, sebegitu buruknya kah diri ini sampai - sampai di usia segini belum ada laki - laki yang datang untuk bertahan sampai akhir. Laki - laki yang datang dan mau melewati kehidupan dunia ini sampai akhir bersamaku. Kedengarannya egois yach..
Ya Allah isi iri dan cemburu ini dengan kesabaran. Ampunkan hambaMU ini yang tidak bisa menahan diri untuk merasa sedih, iri, dan cemburu. Walaupun hamba tahu sebenarnya bahwa manusia diciptakan berpasang - pasangan. Desakan usia, desakan keluarga, desakan teman, hamba bingung harus bagaimana menanggapinya. Karena jodoh adalah bagian hidup yang Engkau rahasiakan.
Minggu, 17 Agustus 2014
Usia Rentan
Assalammualaikum Warahmatullah...
Lucu, tetap saja ketika login akun ini ada sedikit sedih bercampur duka yang terselip. Kira - kira kalau yang bersangkutan tau bahwa pasword akun ini menggunakan namanya... apa yang terjadi?? Diketawa'in kali' ya..atau diam saja tanpa ekspresi. tau gak sich sakitnya tu disini..ya disini.. hahahaha ngayal tingkat kabupaten. Tapi terserahlah dy mikir apa. Lelah juga rasanya kalau duniaku hanya berputar didunianya saja.
Kemaren selesai keg. Percagab + upacara agustusan ketika duduk2 panitia + pembina ada cerita singkat yang dibahas tentang usiaku yach usiaku. Kapan nikahnya kamu Nisa?? sudah usia hampir 26 tahun. Saya aja usia 24 sudah punya anak 1. dll.., usia segitu sudah seharusnya menikah. Terus aq mw jawab apa. Berkali - kali ditanya dengan pertanyaan yang sama yang pertanyaannya lebih sulit dari soal UAN MATEMATIKA, jauh lebih sulit dari soal SNMPTN, lebih sulit dari ngerjakan soal TOEFL,. kalau soal2 tersebut semuanya punya option a,b,c,d,e yang jawabannya pasti ada di salah satu option. Nah pertanyaan "kapan nikah?" itu gak ada option yang real yang aku harus jawab. Aku sendiri gak tw kapan jodohku tiba. Tanggal berapa, bulan berapa, tahun berapa, siapa dy.. semua nya misteri terindah dari Allah SWT. Yang aku tau bahwa manusia diciptakan berpasang - pasangan. Jawabannya lebih berupa harapan dan do'a. Harapan bahwa ingin menikah segera, ingin segera membangun keluarga dan berdo'a semoga diberikan pendamping yang baik untuk agama, diri sendiri dan keluarga begitu sebaliknya bisa mendampingi seseorang dengan baik pula.
Di luar dugaan saya bahwa saya akan sampai di usia ini. Usia rentan menurut saya. Dimana seharusnya saya sudah membangun keluarga dan mempunyai anak. Usia yang matang,, usia yang sudah cukup dewasa. Usia yang kejadian penting dalam hidupnya begitu dinanti keluarga, tetangga, rekan kerja, sahabat, dan semua orang yang sering terlibat dalam perjalanan hidup. Usia yang cukup berpengaruh dalam keg. hidup sehari - hari. Usia yang tingkat emosi lebih banyak dikeluarkan untuk diolah menjadi sebuah rasa sabar.
Sepertinya kesuksesan hidup wanita bergantung di usia ini....
Seperti layaknya usia yang menakutkan dijalani
Mungkin banyak hal yang terlupakan yang harusnya saya syukuri
di usia segini saya hidup dengan sehat, dengan fasilitas dari orang tua yang cukup lengkap walaupun sederhana, masih bisa belanja2 dengan penghasilan sendiri yang gak seberapa, dan masih banyak hal lain yang seharusnya saya syukuri
Kamis, 10 Juli 2014
Keajaiban Setelah 3 Tahun
Assalammualaikum wr..wb... lama tidak menulis disini rasanya kangen juga. Ada hal baru dalam perjalanan hidup yang terjalani beberapa hari yg lalu. Mungkin bagi sebagian orang hanya hal biasa. Tapi, bagi saya ini adalah keajaiban setelah 3 tahun berada di sini. Di lingkungan madrasah tempat mengabdi.
Sempat terlupakan sebenarnya hal ini, karena beberapa waktu yang lalu hati mencoba memulai perjalanan baru dengan yang lain. Dengan sosok yang lebih dewasa, yang saya tidak pernah merencanakan ini sebelumnya. Tapi, saya gak akan bahas sosok itu dulu. Karena dengannya hanya menjalani sebuah proses yang Insya Allah baik. Walaupun saya juga tidak pernah tau kemanakah proses itu berakhir. cuiit cuiit... lo benar kan!.. yang penting hati ikhlas. :-)
Kembali ke 'keajaiban setelah 3 tahun'... bermula saat sore sambil menunggu berbuka puasa bersama keluarga (sebenarnya saat itu saya lagi berhalangan jadi tidak puasa). Ada sebuah pesan singkat yang hanya berisikan "selamat berbuka puasa". Hanya tulisan singkat yang sederhana tp itulah sms dy pertama yang isinya hanya percakapan ringan, tanpa ada hubungan dengan sekolah. Sms pun berlanjut sampai adzan. Yang lebih membahagiakan lagi, esok harinya ada lagi sms masuk yang isinya juga percakapan ringan darinya. ya Allah ini pasti bukan mimpi. Dy gak salah kirim pesan kan... hehehe... cukup membuat bahagia. dan syukurku atas kebahagiaan sederhana ini.
Mungkin inilah hati perempuan, hal yang sederhana saja bisa menjadi luar biasa. Hal yang telah dia lakukan sudah cukup bagiku.....
Kamis, 29 Mei 2014
Galau segalau galaunya...
Berantakan sekali rasanya perasaan saat ini...
Kenapa dy ditakdirkan sangat dekat, bahkan hanya dengan jarak beberapa langkah kaki saja, melihatnya pun setiap hari. Bekerja di t4 yang sama, melakukan aktifitas harian yang sama,..Dan lagi - lagi aku hanya sebagai orang yang bisa memandangnya. yach hanya memandang. Kadang aku berfikir kita tepat berada dalam dunia yang sama atau berbeda. Masalahnya aku merasa dy tidak pernah menganggap aku ada. Jadi teman biasa saja buatmu aku gak bisa, apalagi jadi teman hidupmu.
Hal - hal sederhana saja aku mendengar dari orang lain. Padahal aku ingin sekali terlibat dalam kegiatanmu, dalam hobimu, aku yakin aku bisa belajar untuk mempu dan menyesuaikan.
Senin, 26 Mei 2014
Tak habis cerita tentangnya
Alhamdulilah sukses acara Tasyukuran dan Potong Tumpeng SMA Al-Munawwaroh kemaren, alhamdulilah juga sukses acara wisuda siswa/i MAN hari ini. Terlepas dari itu semua tetap ada sepenggal cerita yang terus berputar bertahun - tahun lamanya.
Dikeriuhan ramai tak beranjak satu pun ada ruang yang sunyi kita (aku-kamu) bisa mengobrol santai tanpa jeda. Seringkali kuhitung hari senin ketemu senin lagi, bahkan sampai 4 kali senin tak ada obrolan satu kata pun tercipta. Hari ini walaupun hanya obrolan sederhana masih bisa kunikmati rasa syukurku untuk kesempatan hari ini. Thank to Allah... bahagia itu memang sederhana. Letaknya dihati. Bahagiaku tercipta hanya dengan melihatmu sehat, mendengar keluh kesahmu, hanya dengan cara sederhana bahwa kamu tau aku ada di sisi yang tak jauh denganmu.
Kadang, kuminta pada Allah sadarkan aku dari harapan panjang tak bertepi. Dari rasa sakit tak bisa menjadi kepingan puzzle yang tetap ada di dekatmu sampai akhir. Bukan menjadi bayang - bayang tak jelas tak berarah.
Rabu, 07 Mei 2014
Mendengar hal yang tidak disukai
Assalammualaikum wr..wb..
Galau memang mendengar hal yang tidak disukai berulang - ulang. dan dibahas memanjang melebar sampai ketemu luas akhirnya. Hemm serasa mengerjakan soal matematika. Tutup mata, tutup telinga pun masih gak nyaman hati. Ada yang sedikit menggelitik sebenarnya. "kalau gak suka, kenapa selalu membicarakan masa depanmu dan mengaitkannya denganku", "kalau memang gak suka, gak perlu rasanya kamu menilai, mengatakan apapun tentangku, karena aku gak akan kamu tempatkan disisimu pada akhirnya". Ketika mendengar semua yang kamu katakan kepercayaan diriku benar - benar runtuh. Betapa gak sukanya aku hal yang menyedihkan tentangku menurutmu dan kamu sampaikan ke beberapa orang yang sering aku temui setiap harinya. Rasanya ingin protes dan bicara tepat dihadapanmu.
Memulai hari ini dengan pagi yg free bebas dari mengajar. :-) karena biasanya ngajar kelas 3 tapi sekarang karena setelah UN kelas 3 sudah nggak ada. Jadi, jam mengajar sedikit berkurang. Didukung rasa bahagia karena soal ujian semester telah terselesaikan. Rasanya merdeka lebih dari tahun 1945. Dan sekarang menulis ini diiringi background suara - suara pihak yg berwenang dalam rapat madrasah.. ssttt gak akan aku tuliskan namanya disini. heheheheh
Beberapa saat yang lalu, ketika hal yang harusnya sudah terlupakan. Jadi terngiang kembali ditelinga. dan rasanya suaranya lebih nyaring daripada suara klakson kendaraan yang lewat di depan mata. Berita itu terdengar langsung melalui orang yang tidak harusnya tau tentang ini. Parah... :-(
Galau memang mendengar hal yang tidak disukai berulang - ulang. dan dibahas memanjang melebar sampai ketemu luas akhirnya. Hemm serasa mengerjakan soal matematika. Tutup mata, tutup telinga pun masih gak nyaman hati. Ada yang sedikit menggelitik sebenarnya. "kalau gak suka, kenapa selalu membicarakan masa depanmu dan mengaitkannya denganku", "kalau memang gak suka, gak perlu rasanya kamu menilai, mengatakan apapun tentangku, karena aku gak akan kamu tempatkan disisimu pada akhirnya". Ketika mendengar semua yang kamu katakan kepercayaan diriku benar - benar runtuh. Betapa gak sukanya aku hal yang menyedihkan tentangku menurutmu dan kamu sampaikan ke beberapa orang yang sering aku temui setiap harinya. Rasanya ingin protes dan bicara tepat dihadapanmu.
Rabu, 02 April 2014
Sakitnya pakai bingiiiittt
Lama kutunggu dirimu, setia sabar menantimu. Tak lelah jalani hari - hariku. Bila selalu denganmu...
perih hatiku kau telah dengan yang lain
luka hatiku mungkin tak terobati
hatiku kau buat seperti tak hidup lagi
hampa hidup ini sampai terasa mati
Just galau...galau..galau.. wkwkwk. Yach Aq yakin Allah gak setega yang aq kira. Ubahlah kesedihan ini menjadi kebahagiaan.... Mendengar kalimat yang sama yang kamu ucapkan tentangku dari orang yang berbeda itu rasanya nyesakkk. Perlu berapa orang lagi yang menyampaikan apa yang kamu bilang tentangku.... Benar - benar sakit yang ngilu.
Kamis, 20 Maret 2014
Situasi Yang Komplit
Menulis kembali di sini.. Untuk mengingat bahwa ini pernah ada benar2 situasi yang komplit. Komplit pusingnya, komplit capeknya, komplit belajarnya, komplit juga buat soal ulangan harianya, Lembar kerja siswanya, komplit juga ngoreksinya, komplit nyediain bahan ajarnya, komplit berkejar - kejaran dengan waktu dengan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan yang lumayan cepat karena mengharuskan diri berada dalam tempat yang berbeda. Ada kimia kelas X, kimia kelas XII, Matematika kelas X, Sosiologi kelas XI dan Geografi kelas XII 36 jam pelajaran dalam seminggu ditambah tugas sebagai operator sekolah.
Lumayan lelah setelah menjalaninya 1 semester, ditambah parah ketika semester genap dimulai...karena ada tambahan jam sore untuk bimbel kelas XII. Betapa tidak kerjaan bertambah banyak bahwa saya harus mengerjakan terlebih dahulu soal - soal UN. Dan bertambah lelah ketika saatnya 1 bulan menjelang UAN dimana siswa kelas XII hanya belajar 6 mata pelajaran yang di UN kan saja. otomatis jam pelajaran kelas XII yang biasanya 5 jam pelajaran per kelas mendadak menjadi 8 Jam pelajaran per kelas.
hari ini untuk kesekian kalinya mengeluh dalam kondisi yang komplit ini. Ingin berada dalam pilihan yang tidak terlalu banyak tapi maksimal. Mengajar pelajaran yang berbeda, beda juga kelas dan tingkatannya menyimpan beban tersendiri. Shock berat juga ketika melihat hasil TDS siswa kelas XII walaupun bukan hanya mata pelajaran saya yang kondisinya memprihatinkan. Pelajaran yang lain juga sama.
Hal lain juga timbul melengkapi situasi ini, yaitu upah mengajar yang tidak teratur di bayarnya. Sudah kering keringat yang di keluarkan tetapi imbal jasa atas apa yang kita lakukan mendapat respon yang lama. 2 bulan sudah upah ngajar tidak di bayar..dan dengan bulan ini akan bertambah jadi 3 bulan. Bukan berarti dengan pembayaran yang tidak berjalaan mulus itu akan mengurangi aktifitas dan semangat dalam menyampaikan ilmu hanya kadang hati tetap berkata "betapa menyedihkannya ini".
Kadang memang hidup melupakan rasa syukur. Mengaca dari guru yang berada di sekolah terpencil sebenarnya situasinya lebih parah daripada guru yang berada di kota. Setidaknya disini fasilitas alhamdulilah tersedia. mau mengajar di lab, di perpus, mengajar dengan media pembelajaran juga disediakan sekolah. Honor yang tidak seberapa pun walaupun tertunda masih akan tetap di bayar itu masih lebih baik daripada mereka yang di Desa yang hanya di bayar lebih banyak dengan ucapan terimakasih dengan ganjaran pahala (sukarela).
Situasi ini, walaupun berat dan membuat stress... tetap mencoba bahagia tetap mencoba memahami ini adalah "kesempatan terbaik" yang Allah pernah berikan. Semoga apapun yang dikerjakan saat ini akan memberikan hikmah yang besar untuk pendewasaan diri, kemudahan dalam masa depan, dan pencapaian tujuan hidup yang mulia. aamiin
Senin, 17 Maret 2014
Kadang hidup diluar perkiraan
Oret - oret lagi disini setelah sekian lama hanya sibuk dengan segudang pekerjaan di sekolah, di rumah dan hobi yang juga menyita waktu (nonton film korea, hehehe).
Hanya menyimpulkan apa yang terlihat dan yang dirasa beberapa waktu terakhir ini..
Hanya menyimpulkan apa yang terlihat dan yang dirasa beberapa waktu terakhir ini..
1. Kadang memang kebiasaan yang buruk itu bisa berlanjut, walaupun bukan sekedar hal yang istimewa tapi tetap saja itu bukan hal yang menyenangkan. Hati - hati dengan teman yang mempunyai kebiasaan seperti ini. Seperti beberapa saat yang lalu : Maaf Sa aq gak datang ke acaramu karena sibuk, dll makanya kemaren aq sms kamu minta maaf (padahal nyatanyaa yang bersangkutan gak ada sms). Hanya hal sederhana saja "bohong" tapi yang namanya sudah kebiasaan bohong jd terus - menerus "bohong" .
2. Yang terlihat baik di depan belum tentu baik di belakang... betapa tidak, orang yang saya kagumi beberapa tahun terakhir ini mempunyai kepribadian yang unik. Oh no... dy tidak menempatkan cinta untuk wanita.. tetapi hanya untuk yang sejenis saja. Bukan patah hati jadinya saya, tapi gila waktu tw berita ini.
3. Ternyata kebiasaan buruk saya kalau ngajar pukul - pukul papan tulis dengan penghapus supaya mereka diam dan memperhatikan saya kembali ketika saya mengajar itu bkan pengajaran yang baik. Menurut ilmuwan yang berkompeten di bidang pendidikan justru hal itu akan merusak konsentrasi anak2 dalam belajar...
Langganan:
Postingan (Atom)