Kamis, 28 Agustus 2014

Ketika Rasa Iri Menghampiri Wanita Bujang

Assalammualaikum Warahmatullah....

Menarik nafas lebih dalam mengingat berbagai berita baru dalam minggu ini. Lelah sangat rasanya karena fikiran tidak bisa langsung di refresh dengan cepat untuk menghilangkan kecemasan. Setidaknya ada 3 kabar dari teman kuliah yang membuat perasaan dalam diri langsung drop turun menjadi hanya beberapa  % saja. Kabar pertama dari Santi menikah hari selasa tadi, kabar kedua dari Ririn melahirkan putri pertamnya rabu pagi dan hari minggu ini Desi Mega melangsungkan resepsi pernikahan. 

Yachh rasa iri ini sangat dalam. Bukan sekedar iri ingin menikah dan punya anak, bukan sekedar hanya ingin merasakan. Tp, lebih dari pada itu. Iri dan cemburu pada kesempatan yang mereka dapatkan lebih awal. Iri dan cemburu pada proses kehidupan mereka yang melewati fase - fase kehidupan menjadi istri, menjadi ibu. Kadang sempat berfikir, sebegitu buruknya kah diri ini sampai - sampai di usia segini belum ada laki - laki yang datang untuk bertahan sampai akhir. Laki - laki yang datang dan mau melewati kehidupan dunia ini sampai akhir bersamaku. Kedengarannya egois yach..

Ya Allah isi iri dan cemburu ini dengan kesabaran. Ampunkan hambaMU ini yang tidak bisa menahan diri untuk merasa sedih, iri, dan cemburu. Walaupun hamba tahu sebenarnya bahwa manusia diciptakan berpasang - pasangan. Desakan usia, desakan keluarga, desakan teman, hamba bingung harus bagaimana menanggapinya. Karena jodoh adalah bagian hidup yang Engkau rahasiakan.

Minggu, 17 Agustus 2014

Usia Rentan

Assalammualaikum Warahmatullah...


          Lucu, tetap saja ketika login akun ini ada sedikit sedih bercampur duka yang terselip. Kira - kira kalau yang bersangkutan tau bahwa pasword akun ini menggunakan namanya... apa yang terjadi?? Diketawa'in kali' ya..atau diam saja tanpa ekspresi. tau gak sich sakitnya tu disini..ya disini.. hahahaha ngayal tingkat kabupaten. Tapi terserahlah dy mikir apa. Lelah juga rasanya kalau duniaku hanya berputar didunianya saja. 

          Kemaren selesai keg. Percagab + upacara agustusan ketika duduk2 panitia + pembina ada cerita singkat yang dibahas tentang usiaku yach usiaku. Kapan nikahnya kamu Nisa?? sudah usia hampir 26 tahun. Saya aja usia 24 sudah punya anak 1. dll.., usia segitu sudah seharusnya menikah. Terus aq mw jawab apa. Berkali - kali ditanya dengan pertanyaan yang sama yang pertanyaannya lebih sulit dari soal UAN MATEMATIKA, jauh lebih sulit dari soal SNMPTN, lebih sulit dari ngerjakan soal TOEFL,. kalau soal2 tersebut semuanya punya option a,b,c,d,e  yang jawabannya pasti ada di salah satu option. Nah pertanyaan "kapan nikah?" itu gak ada option yang real yang aku harus jawab. Aku sendiri gak tw kapan jodohku tiba. Tanggal berapa, bulan berapa, tahun berapa, siapa dy.. semua nya misteri terindah dari Allah SWT. Yang aku tau bahwa manusia diciptakan berpasang - pasangan. Jawabannya lebih berupa harapan dan do'a. Harapan bahwa ingin menikah segera, ingin segera membangun keluarga dan berdo'a semoga diberikan pendamping yang baik untuk agama, diri sendiri dan keluarga begitu sebaliknya bisa mendampingi seseorang dengan baik pula.  

              Di luar dugaan saya bahwa saya akan sampai di usia ini. Usia rentan menurut saya. Dimana seharusnya saya sudah membangun keluarga dan mempunyai anak. Usia yang matang,, usia yang sudah cukup dewasa. Usia yang kejadian penting dalam hidupnya begitu dinanti keluarga, tetangga, rekan kerja, sahabat, dan semua orang yang sering terlibat dalam perjalanan hidup.  Usia yang cukup berpengaruh dalam keg. hidup sehari - hari. Usia yang tingkat emosi lebih banyak dikeluarkan untuk diolah menjadi sebuah rasa sabar. 

Sepertinya kesuksesan hidup wanita bergantung di usia ini.... 
Seperti layaknya usia yang menakutkan dijalani
Mungkin banyak hal yang terlupakan yang harusnya saya syukuri 
di usia segini saya hidup dengan sehat, dengan fasilitas dari orang tua yang cukup lengkap walaupun sederhana, masih bisa belanja2 dengan penghasilan sendiri yang gak seberapa, dan masih banyak hal lain yang seharusnya saya syukuri