Assalammualaikum..... Teman2 perlu tw sejarah daerah tempat teman2 tinggal. Berikut adalah sejarah tempat saya tinggal. walaupun saya bukan penduduk asli kutai, tetapi saya sudah lumayan lama tinggal di sini. Dari zamannya sma... masih unyuk-unyuk.. hehhe... Oke kita mulai dari :
A. Nenek Moyang Kutai
Asal usul nenek moyang kutai menurut Kitab saway yang ada di Kesultanan Kutai Telah ada sejak 2.000 tahun sebelum Masehi zaman batu tua ( masa paleolitikum ) ini dapat diketahui bahwa leluhur kutai yg bernama HONG ILAING PURWAJAKTI s/d AM.Salehoeddin II sudah mencapai 70 turunan
Pada masa purba Penduduk Kutai berasal dari lima suku (puak):
1.Puak Melanti yang mendiami daerah sekitar muara sungai mahakam tepian batu /kutai lama & sebagian daerah tenggarong2.Puak Pantun yang mendiami sekitar Muara Ancalong & Muara Kaman 3.Puak Punang yang mendiami sekitar Kota Bangun & Muara Muntai 4.Puak Pahu yang mendiami sekitar Muara Pahu 5.Puak Tulur di Jangkat yang mendiami sekitar Barong tongkok & MelakKemudian 5 puak Tersebut:
Puak pantun,punang & melanti tumbuh & berkembang menjadi Suku Kutai ya bahasanya sama namun Berbeda dialek dengan demikian Suku Kutai adalah suku asli daerah Kaltim, Nama Kutai sendiri sudah disebut-sebut Sejak Pada abad ke 4 Masehi ini Di Ketahui Dari berita India yang me nyebut Kutai degan nama Qutaire, Dan ada Juga berita Dari cina abad 9 Menyebut Kutai Dengan Sebutan "Kho they" Didalam Kesusatraan Kuno negara kartagama yg disusun empu prapanca Nama Kutai ditulis degan sebutan Tunjung Kute.
Pada masa purba Penduduk Kutai berasal dari lima suku (puak):
1.Puak Melanti yang mendiami daerah sekitar muara sungai mahakam tepian batu /kutai lama & sebagian daerah tenggarong2.Puak Pantun yang mendiami sekitar Muara Ancalong & Muara Kaman 3.Puak Punang yang mendiami sekitar Kota Bangun & Muara Muntai 4.Puak Pahu yang mendiami sekitar Muara Pahu 5.Puak Tulur di Jangkat yang mendiami sekitar Barong tongkok & MelakKemudian 5 puak Tersebut:
Puak pantun,punang & melanti tumbuh & berkembang menjadi Suku Kutai ya bahasanya sama namun Berbeda dialek dengan demikian Suku Kutai adalah suku asli daerah Kaltim, Nama Kutai sendiri sudah disebut-sebut Sejak Pada abad ke 4 Masehi ini Di Ketahui Dari berita India yang me nyebut Kutai degan nama Qutaire, Dan ada Juga berita Dari cina abad 9 Menyebut Kutai Dengan Sebutan "Kho they" Didalam Kesusatraan Kuno negara kartagama yg disusun empu prapanca Nama Kutai ditulis degan sebutan Tunjung Kute.
Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.[1][2]
Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat
ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut.
Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan
memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.
Yupa
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4.
Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam
menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Yupa adalah tugu batu yang
berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari
salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan
Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Mulawarman
Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.
Aswawarman
Aswawarman adalah Anak Raja Kudungga.Ia juga diketahui sebagai
pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang
artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan
salah satunya adalah Mulawarman.
Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada
masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan.
Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena
kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang
mendengar namanya.
Berakhir
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma
Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.
Nama-Nama Raja Kutai
- Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman pendiri
- Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
- Maharaja Mulawarman
- Maharaja Marawijaya Warman
- Maharaja Gajayana Warman
- Maharaja Tungga Warman
- Maharaja Jayanaga Warman
- Maharaja Nalasinga Warman
- Maharaja Nala Parana Tungga
- Maharaja Gadingga Warman Dewa
- Maharaja Indra Warman Dewa
- Maharaja Sangga Warman Dewa
- Maharaja Candrawarman
- Maharaja Sri Langka Dewa
- Maharaja Guna Parana Dewa
- Maharaja Wijaya Warman
- Maharaja Sri Aji Dewa
- Maharaja Mulia Putera
- Maharaja Nala Pandita
- Maharaja Indra Paruta Dewa
- Maharaja Dharma Setia