Selasa, 22 Desember 2015

Bahagianya...alhamdulilah..

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh...

        Surprise di pagi sabtu masih jam 06.15 wita kamu memastikan perasaanku yang sebenarnya. Ya Allah bergetar tanganku sampai jari-jemariku terasa kelu ketika mengetikkan pesan untuk membalas pertanyaanmu. Hal yang aku tunggu lama, sangat lama, tapi ketika waktunya tiba malah jantung berdetak sangat kencang. Tahukah kamu deg deg kannya dari jam itu sampai malam harinya. SubhanAllah...
dengan mengucap bissmillah aq balas pesanmu satu persatu. Aku ungkapkan semuanya...
 Satu hal yang kamu sampaikan setelah itu yaitu : "Saya ini orangnya takut mengecewakan orang, berharap terlalu berlebih tetapi kalau sudah jadi malah buat kecewa, Saya ini luar biasa kekurangannya". 

Aku berusaha meyakinkan kamu, bahwa keyakinan lah yang bisa membuat semua menjadi lebih baik dan semua bisa terlewati..


dan terakhir kamu bilang : "sip...tapi ya harus saling memahami kekurangan"

dan next setelah hari itu, dan sekarang sudah tanggal 22 Desember 2015. Sikapmu kembali cuek di sekolah, kamu juga gak ada hubungin aku lagi. Aku jadi berfikir apa aku yang terlalu berlebihan. Sebaiknya aku harus bagaimana? apakah tetap menunggu episode selanjutnya tentang hubungan kita, atau menanyakan ke kamu kelanjutannya. Aku paham kesibukanmu, aku juga paham bahwa kamu dengan sikap yang terlalu cuek gak akan memulai duluan.. kecuali memang itu sangat penting. dan aku juga punya rasa malu untuk memulai dan takut terkesan memaksa. Ikhtiarku di malam - malam sunyi hanya mendo'akan semoga ini berakhir baik. 


Tahukah kamu rasa ini sudah berlangsung 4 tahun, tahun depan sudah genap jadi 5 tahun, sudah sama dengan kabinet kerja. 








Minggu, 08 Maret 2015

Cara Baru dengan Harapan Yang Masih Sama

Assalamkm Warahmatullah Wabarakatuh....

Mengisi hari libur hari minggu kemaren, saya ditemani salah satu rekan kerja di Sekolah untuk datang ke suatu tempat yang Insya Allah hasil nya bermanfaat. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh ustad di tempat tersebut. Mencoba mengamalkan dan menjalankan ibadah yang Insya Allah baik untuk menjadikan diri lebih baik. Harapan yang masih sama semoga bisa terlaksana tahun ini. Aamiin ya Allah... :-)

Rabu, 25 Februari 2015

Tahun 2015 & Dia

Assalammualaikum warahmatullah wabarakatuh...


              Alhamdulilah bisa kembali sehat dan beraktifitas seperti biasa hari ini. Beberapa hal sudah terlewat dalam beberapa waktu. Ada yang bilang 'Satu masa satu kesempatan'. Yach pendapat ini memang benar. Karena ada hal yang begitu lama kita impikan dan ketika itu terjadi sedangkan di luar kesiapakan kita maka hal itu akan berjalan tidak semestinya. Yach aku menyesali tentang itu. Ketika untuk pertama kalinya kamu kerumahku dan aku sama sekali tidak tahu dan tanpa sadar melakukan kesalahan yang fatal buatmu. 
Mungkin benar teguran keras ini buatku. Tapi, harapan untuk kedepannya adalah masukkan bahwa : kita gak bakalan tahu harapan kita bisa terwujudnya kapan. Bisa jadi diluar rencana yang telah kita tentukan. Itu artinya memang alangkah baiknya agar kita menyiapkan diri dan memperbaiki diri sebaik - baiknya. Jadi, ketika harapan itu terwujud kita sudah berada di garis siap untuk menerima takdir itu. 
               Entah 2015 ini harus bagaimana mengakhiri sikap dan perasaan tentangmu. Ketika tulisan di tulis besar - besar dan ditempel di kamar bahwa tahun ini aku harus MOVE ON dari semua tentangmu. Tapi, malah sebaliknya dukungan terbesar datang dari Kepala Sekolah, dari guru - guru yang aku hormati, dan dari teman - teman sekeliling yang jadi mendukung untuk tetap lanjut memperjuangkan cintaku ke kamu :-). Bersyukur untuk semua hal ya Allah karena masih ada orang - orang yang terus mendukung dan mendo'akan untuk kebaikan hidupku. Makasih karena aku berada disekitar mereka. 
                 Terlepas dari semua hal yang mereka dukungkan ke aku. Jum'at minggu lalu aku ingin memberikan makanan untuknya. Gak ada niatan lebih dan sebagainya. Hanya ingin memberikan dia kemudahan dan menyenangkan hatinya untuk tidak repot - repot menyiapkan makan malam. Tapi, sebaliknya, niatan itu ditolak dengan bahasa yang menurutku sedikit agak kasar. Shock berat hatiku saat itu. Ya Allah niatku bukan untuk mengguna - gunai hatinya, bukan untuk dia harus memilih aku, bukan untuk memaksa cintanya untukku. nangissss... yach sakitnya hati.
                    Semakin berfikir semakin lelah. Ya Allah aku tahu cinta adalah anugerah dariMU. maka dari hatiku yang terdalam aku Mohon sampaikan dan temukan cintaku dengan orang yang tepat. Yang menghargai dan membawa kebaikan dalam hidupku. Cintaku terlalu besar untuknya. Itu sangat menyakitkan. Padahal cinta yang aku punya sederhana. Hanya dengan melihat sepeda motornya parkir dilapangan sekolah aja aku sudah bersyukur dan bahagia sekali. Karena dengan melihat sepeda motornya parkir menandakan dia hari itu sehat. Dalam seminggu saja belum tentu dia menegurku atau bercerita panjang lebar kepadaku. Senyum ketika berselisihan saja itu jarang - jarang dalam seminggu. Tapi, melihatnya duduk di bangku kerjanya dan beraktifitas seperti biasa aja aku sudah bahagia. Do'a terbaik selalu ada untuknya. Semoga kebaikan dalam hidup dan kesuksesan selalu menyertainya.