Surprise di pagi sabtu masih jam 06.15 wita kamu memastikan perasaanku yang sebenarnya. Ya Allah bergetar tanganku sampai jari-jemariku terasa kelu ketika mengetikkan pesan untuk membalas pertanyaanmu. Hal yang aku tunggu lama, sangat lama, tapi ketika waktunya tiba malah jantung berdetak sangat kencang. Tahukah kamu deg deg kannya dari jam itu sampai malam harinya. SubhanAllah...
dengan mengucap bissmillah aq balas pesanmu satu persatu. Aku ungkapkan semuanya...
Satu hal yang kamu sampaikan setelah itu yaitu : "Saya ini orangnya takut mengecewakan orang, berharap terlalu berlebih tetapi kalau sudah jadi malah buat kecewa, Saya ini luar biasa kekurangannya".
Aku berusaha meyakinkan kamu, bahwa keyakinan lah yang bisa membuat semua menjadi lebih baik dan semua bisa terlewati..
dan terakhir kamu bilang : "sip...tapi ya harus saling memahami kekurangan"
dan next setelah hari itu, dan sekarang sudah tanggal 22 Desember 2015. Sikapmu kembali cuek di sekolah, kamu juga gak ada hubungin aku lagi. Aku jadi berfikir apa aku yang terlalu berlebihan. Sebaiknya aku harus bagaimana? apakah tetap menunggu episode selanjutnya tentang hubungan kita, atau menanyakan ke kamu kelanjutannya. Aku paham kesibukanmu, aku juga paham bahwa kamu dengan sikap yang terlalu cuek gak akan memulai duluan.. kecuali memang itu sangat penting. dan aku juga punya rasa malu untuk memulai dan takut terkesan memaksa. Ikhtiarku di malam - malam sunyi hanya mendo'akan semoga ini berakhir baik.
Tahukah kamu rasa ini sudah berlangsung 4 tahun, tahun depan sudah genap jadi 5 tahun, sudah sama dengan kabinet kerja.