Minggu, 31 Maret 2013
Melepaskan Yang Tidak perlu Diperjuangkan
Renungan untukku, Untukmu dan Untuk semua yang saat ini sedang diuji...
Bagaimana bisa aku masuk kedalam hati yang sudah berpenghuni ? Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja di bawa dari masa-masa yang sudah terlewati. Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilahkan aku duduk?
Pada akhirnya nanti aku akan sampai pada titik darimana aku harus bangun dari segala mimpi. Pada akhirnya nanti aku harus menyadari bahwa ada hal - hal yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki. Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi....
Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat - saat dimana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan. Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk kutunggu? Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan untukku?
Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi..ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin kugapa. mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi.
Siapa tahu kebahagiaanmu sudah Allah rancang di tangan orang lain,, kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin. Aku melepaskan kamu sebagai hati yang ingin aku pilih dan kuharap bisa membuatnya pulih...
namun kini aku membiarkanmu untuk berlabuh kemanapun yang kamu mau. karena di titik ini, aku sudah dengan mampu melepaskan dan merelakan. Mari pergi dari titik ini dan cari kebahagiaan kita sendiri...
Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan... Dialah jodoh yang telah ditentukanNYA... InsyaAllah :-) copas catatan Fb "strawberry"
(setelah membaca ini sedikit hatiku tersadar bahwa kamu yang selama ini aku perjuangkan mungkin benar bukan untukku)
Bila hati rindu menikah....
Bila hati rindu menikah, segalanya menjadi hampa... teman tertawa, semua ceria, tapi aku gelisah...
(copas catatan Imints Fasta)
Menanti peri pelipur lara dalam dongeng - dongeng cinta
Jiwaku resah....
Seperti malam yang kelam saat kau sendiri...
Merasa sunyi ditengah keramaian
Merasa sendiri meski banyak teman
Karena jiwa hanya butuh seseorang
Ku butuh cinta yang tumbuh dari hati yang terdalam
Langganan:
Postingan (Atom)
