Rabu, 29 Oktober 2014

Semua Serba Sendiri



Assalammualaikum...warahmatullah.. wb

Duduk disini di t4 duduk Bu Sulist sambil nebeng laptop :-). + sambil nunggu waktunya adzan djuhur.

Menikmati hari demi hari pergantian waktu ternyata banyak hal yang di usia segini dilakukan sendiri.

Saat - saat yang dulu serba rame - rame, ada yang dukung, ada yang nemenin, nah sekarang semua dijalanin sendiri, dinikmatin sendiri. 

Gak terbayang sebelumnya, semakin bertambah usia semakin banyak hal yang harus dikerjakan dan dipikul sendiri. Teman yang dulu semua sudah punya dunia sendiri dengan sejuta aktifitas juga. 

Ke undangan saja untuk saat ini sudah bingung mau pergi sama siapa, ditemenin siapa, bagaimana nantinya. Sekedar share tentang sesuatu yang membuat bingung saja cukup diputuskan sendiri. Sudah berlalu orang - orang yang dulu suaranya masih kita dengar untuk sekedar protes "gak cocok lah, lucu lah, gak bagus lah". Padahal waktu itu betapa diri tidak suka ada yang terlalu cerewet. 

Senin, 27 Oktober 2014

Cerita di Akhir Usia 25 tahun

Assalammualaikum....
Hhhwwwuuaaaaaa... tinggal beberapa hari lagi umur nambah lagi 1 tahun. Usia ke-26 ada di depan mata. Sedikitpun tidak pernah membayangkan dulunya kalau bakalan sampai di fase ini. Fase yang rumit. Hal yang dulu dianggap sederhana, malah jd masalah yang luar biasa. Perkara jodoh saja sudah membuat mata mengeluarkan air mata.

Kamis, 11 September 2014

Mengingat Bahwa Kita Pernah Bersama Dalam Waktu Yang Lama

Menjumpai hari senin ke senin lagi. Sampai - sampai kadang lupa sudah berapa lama kita gak ngumpul bersama. Sepertinya bukan 3 bulan yang lalu. 4 bulan yang lalu juga bukan. Owh ya tahun lalu ya tahun lalu. Kangen  bisa bersama dalam ruangan yang sederhana untuk makan dan berbagi cerita. Bukan hanya itu, sudah lupa juga kapan terakhir kita  tertawa bersama. Tahun yang lalu pun surga ini sudah sepi, hanya ada duka, kemarahan, dan rasa sakit yang tak mungkin bisa tergantikan.

Entahlah episode ini berjalan sampai kapan. Baru saja menarik nafas sedikit lega mendengar berita kemaren, tapi menguap seketika atas hal yang terjadi diluar dugaan. Ya Allah kami hanya menjalani dan berharap diberikan jalan keluar yang terbaik. Sakit ini sudah terlalu lama. Bukan lagi hitungan 1 tahun, tapi sudah jalan 3 tahun. Mohon akhiri ini... tak ingin lagi ada mata yang menangis, tak ingin lagi melihat duka di hatinya, hati dia yang kami sayang.

Ya Allah kembalikan hati dan dirinya untuk kami. Kembalikan jiwa dan raganya bersama kami. Kami sangat merindukannya, ingin kembali mencium tangannya, mengaminkan do'a yang dipanjatkannya, merindukan semua tentangnya. Dan kami merindukan surga yang dulu. Hanya tempat tinggal sederhana tapi bisa membuat bahagia di hati kami. Ya Allah kembalikan kebahagiaan kami, kami yang dulu adalah satu. Kangen sholat berjama'ah lagi, kangen bersama, ternyata banyak hal yang sudah dijalani. Terlalu  banyak bahkan.

Berikan kesempatan lagi untuk kami bersama

Kamis, 28 Agustus 2014

Ketika Rasa Iri Menghampiri Wanita Bujang

Assalammualaikum Warahmatullah....

Menarik nafas lebih dalam mengingat berbagai berita baru dalam minggu ini. Lelah sangat rasanya karena fikiran tidak bisa langsung di refresh dengan cepat untuk menghilangkan kecemasan. Setidaknya ada 3 kabar dari teman kuliah yang membuat perasaan dalam diri langsung drop turun menjadi hanya beberapa  % saja. Kabar pertama dari Santi menikah hari selasa tadi, kabar kedua dari Ririn melahirkan putri pertamnya rabu pagi dan hari minggu ini Desi Mega melangsungkan resepsi pernikahan. 

Yachh rasa iri ini sangat dalam. Bukan sekedar iri ingin menikah dan punya anak, bukan sekedar hanya ingin merasakan. Tp, lebih dari pada itu. Iri dan cemburu pada kesempatan yang mereka dapatkan lebih awal. Iri dan cemburu pada proses kehidupan mereka yang melewati fase - fase kehidupan menjadi istri, menjadi ibu. Kadang sempat berfikir, sebegitu buruknya kah diri ini sampai - sampai di usia segini belum ada laki - laki yang datang untuk bertahan sampai akhir. Laki - laki yang datang dan mau melewati kehidupan dunia ini sampai akhir bersamaku. Kedengarannya egois yach..

Ya Allah isi iri dan cemburu ini dengan kesabaran. Ampunkan hambaMU ini yang tidak bisa menahan diri untuk merasa sedih, iri, dan cemburu. Walaupun hamba tahu sebenarnya bahwa manusia diciptakan berpasang - pasangan. Desakan usia, desakan keluarga, desakan teman, hamba bingung harus bagaimana menanggapinya. Karena jodoh adalah bagian hidup yang Engkau rahasiakan.

Minggu, 17 Agustus 2014

Usia Rentan

Assalammualaikum Warahmatullah...


          Lucu, tetap saja ketika login akun ini ada sedikit sedih bercampur duka yang terselip. Kira - kira kalau yang bersangkutan tau bahwa pasword akun ini menggunakan namanya... apa yang terjadi?? Diketawa'in kali' ya..atau diam saja tanpa ekspresi. tau gak sich sakitnya tu disini..ya disini.. hahahaha ngayal tingkat kabupaten. Tapi terserahlah dy mikir apa. Lelah juga rasanya kalau duniaku hanya berputar didunianya saja. 

          Kemaren selesai keg. Percagab + upacara agustusan ketika duduk2 panitia + pembina ada cerita singkat yang dibahas tentang usiaku yach usiaku. Kapan nikahnya kamu Nisa?? sudah usia hampir 26 tahun. Saya aja usia 24 sudah punya anak 1. dll.., usia segitu sudah seharusnya menikah. Terus aq mw jawab apa. Berkali - kali ditanya dengan pertanyaan yang sama yang pertanyaannya lebih sulit dari soal UAN MATEMATIKA, jauh lebih sulit dari soal SNMPTN, lebih sulit dari ngerjakan soal TOEFL,. kalau soal2 tersebut semuanya punya option a,b,c,d,e  yang jawabannya pasti ada di salah satu option. Nah pertanyaan "kapan nikah?" itu gak ada option yang real yang aku harus jawab. Aku sendiri gak tw kapan jodohku tiba. Tanggal berapa, bulan berapa, tahun berapa, siapa dy.. semua nya misteri terindah dari Allah SWT. Yang aku tau bahwa manusia diciptakan berpasang - pasangan. Jawabannya lebih berupa harapan dan do'a. Harapan bahwa ingin menikah segera, ingin segera membangun keluarga dan berdo'a semoga diberikan pendamping yang baik untuk agama, diri sendiri dan keluarga begitu sebaliknya bisa mendampingi seseorang dengan baik pula.  

              Di luar dugaan saya bahwa saya akan sampai di usia ini. Usia rentan menurut saya. Dimana seharusnya saya sudah membangun keluarga dan mempunyai anak. Usia yang matang,, usia yang sudah cukup dewasa. Usia yang kejadian penting dalam hidupnya begitu dinanti keluarga, tetangga, rekan kerja, sahabat, dan semua orang yang sering terlibat dalam perjalanan hidup.  Usia yang cukup berpengaruh dalam keg. hidup sehari - hari. Usia yang tingkat emosi lebih banyak dikeluarkan untuk diolah menjadi sebuah rasa sabar. 

Sepertinya kesuksesan hidup wanita bergantung di usia ini.... 
Seperti layaknya usia yang menakutkan dijalani
Mungkin banyak hal yang terlupakan yang harusnya saya syukuri 
di usia segini saya hidup dengan sehat, dengan fasilitas dari orang tua yang cukup lengkap walaupun sederhana, masih bisa belanja2 dengan penghasilan sendiri yang gak seberapa, dan masih banyak hal lain yang seharusnya saya syukuri

 

 

Kamis, 10 Juli 2014

Keajaiban Setelah 3 Tahun

Assalammualaikum wr..wb... lama tidak menulis disini rasanya kangen juga. Ada hal baru dalam perjalanan hidup yang terjalani beberapa hari yg lalu. Mungkin bagi sebagian orang hanya hal biasa. Tapi, bagi saya ini adalah keajaiban setelah 3 tahun berada di sini. Di lingkungan madrasah tempat mengabdi.

Sempat terlupakan sebenarnya hal ini, karena beberapa waktu yang lalu hati mencoba memulai perjalanan baru dengan yang lain. Dengan sosok yang lebih dewasa, yang saya tidak pernah merencanakan ini sebelumnya. Tapi, saya gak akan bahas sosok itu dulu. Karena dengannya hanya menjalani sebuah proses yang Insya Allah baik. Walaupun saya juga tidak pernah tau kemanakah proses itu berakhir. cuiit cuiit... lo benar kan!.. yang penting hati ikhlas. :-)

Kembali ke 'keajaiban setelah 3 tahun'... bermula saat sore sambil menunggu berbuka puasa bersama keluarga (sebenarnya saat itu saya lagi berhalangan jadi tidak puasa). Ada sebuah pesan singkat yang hanya berisikan "selamat berbuka puasa". Hanya tulisan singkat yang sederhana tp itulah sms dy pertama yang isinya hanya percakapan ringan, tanpa ada hubungan dengan sekolah. Sms pun berlanjut sampai adzan. Yang lebih membahagiakan lagi, esok harinya ada lagi sms masuk yang isinya juga percakapan ringan darinya. ya Allah ini pasti bukan mimpi. Dy gak salah kirim pesan kan... hehehe... cukup membuat bahagia. dan syukurku atas kebahagiaan sederhana ini. 

Mungkin inilah hati perempuan, hal yang sederhana saja bisa menjadi luar biasa. Hal yang telah dia lakukan sudah cukup bagiku..... 


Kamis, 29 Mei 2014

Galau segalau galaunya...

Berantakan sekali rasanya perasaan saat ini...

Kenapa dy ditakdirkan sangat dekat, bahkan hanya dengan jarak beberapa langkah kaki saja, melihatnya pun setiap hari. Bekerja di t4 yang sama, melakukan aktifitas harian yang sama,..Dan lagi - lagi aku hanya sebagai orang yang bisa memandangnya. yach hanya memandang. Kadang aku berfikir kita tepat berada dalam dunia yang sama atau berbeda. Masalahnya aku merasa dy tidak pernah menganggap aku ada. Jadi teman biasa  saja buatmu aku gak bisa, apalagi jadi teman hidupmu. 

Hal - hal sederhana saja aku mendengar dari orang lain. Padahal aku ingin sekali terlibat dalam kegiatanmu, dalam hobimu, aku yakin aku bisa belajar untuk mempu dan menyesuaikan.