Kamis, 05 Juli 2012

Sejarah Kutai






Assalammualaikum..... Teman2 perlu tw sejarah daerah tempat teman2 tinggal. Berikut adalah sejarah  tempat saya tinggal. walaupun saya bukan penduduk asli kutai, tetapi saya sudah lumayan lama tinggal di sini. Dari zamannya sma... masih unyuk-unyuk.. hehhe... Oke kita mulai dari :

A. Nenek Moyang Kutai
Asal usul nenek moyang kutai menurut Kitab saway yang ada di Kesultanan Kutai  Telah ada sejak 2.000 tahun sebelum Masehi zaman batu tua ( masa paleolitikum ) ini dapat diketahui bahwa leluhur kutai yg bernama HONG ILAING PURWAJAKTI  s/d  AM.Salehoeddin II sudah mencapai 70 turunan
Pada masa purba Penduduk Kutai berasal dari lima suku (puak):
1.Puak Melanti yang mendiami daerah sekitar muara sungai mahakam tepian batu /kutai lama & sebagian daerah tenggarong2.Puak Pantun yang mendiami sekitar Muara Ancalong & Muara Kaman 3.Puak Punang yang mendiami sekitar Kota Bangun & Muara Muntai 4.Puak Pahu yang mendiami sekitar Muara Pahu 5.Puak Tulur di Jangkat yang mendiami sekitar Barong tongkok & MelakKemudian  5 puak Tersebut:
Puak pantun,punang & melanti tumbuh & berkembang menjadi Suku Kutai ya bahasanya sama namun Berbeda dialek dengan demikian Suku Kutai adalah suku asli daerah Kaltim, Nama Kutai sendiri sudah disebut-sebut Sejak Pada abad ke 4 Masehi ini Di Ketahui Dari berita India yang me nyebut Kutai degan nama Qutaire, Dan ada Juga berita Dari cina abad  9 Menyebut Kutai Dengan Sebutan "Kho they" Didalam Kesusatraan Kuno negara kartagama yg disusun empu prapanca Nama Kutai ditulis degan sebutan Tunjung Kute. 

B. Kerajaan Kutai
Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.[1][2] Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh. 

Yupa

Prasasti Kerajaan Kutai
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

Mulawarman

Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.

Aswawarman

Aswawarman adalah Anak Raja Kudungga.Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.
Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.

Berakhir

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Nama-Nama Raja Kutai


  1. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman pendiri
  2. Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
  3. Maharaja Mulawarman
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Nala Parana Tungga
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa
  15. Maharaja Guna Parana Dewa
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa
  18. Maharaja Mulia Putera
  19. Maharaja Nala Pandita
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa
  21. Maharaja Dharma Setia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar