15 Maret lalu
Jauh sebelum tanggal itu tiba aku sudah berfikir untuk memberikan apa yang terbaik buat kamu. Saat usiamu bertambah satu tahun dan kedewasaan pun bertambah. Setelah share dengan beberapa teman akhirnya memutuskan untuk membeli buku sebagai hadiah. Sampai di Toko buku pun aku bingung, dengan berbekal referensi daftar beberapa judul buku yang bagus tapi tidak ada satu bukupun yang ada di toko buku itu. Akhirnya aku memilih buku lain dengan tema motivasi Islami.
Tepat tanggal 15 Maret mau mengirimkan ucapan dan do'a melalui sms tepat jam 00.00 aku takut mengganggu tidurmu, jadi aku memilih ba'da shubuh baru mengirimkan sms. Menit bertambah menit sms itu gak di balas. Setelah di sekolah engkau hanya berlalu tanpa menatapku, hanya duduk ditempat dudukmu sambil asyik ber handphone ria. dari situ aku tau kamu punya pulsa hanya untuk membalas sms ku dengan ucapan "terimakasih" dan aku tau kamu tidak melakukannya. Kado yang sudah aku bungkus rapi jadi bingung bagaimana cara memberikannya. Sedangkan kamu menganggap aku tidak ada di ruangan yang hanya ukuran kelas. Dan kamu tau aku memilih menitikannya saja ke teman dan berharap hanya dy yang akan membantu memberikannya untukmu.
Sampai sore pun belum ada sms darimu sekedar mengucapkan terimakasih untuk kadonya. Maaf bukan pamrih atau mengharap imbalan. tapi hanya ingin kamu sedikit menghargai perasaanku. Malam baru ada sms masuk darimu mengatakan "makasih ya bukunya :-)". Just it ... tidak memerlukan tenaga dan modal yang besar. Sedikit saja menghargai orang lain.
Darimu aku belajar untuk ikhlas, darimu aku belajar lebih banyak sabar. Darimu aku belajar bahwa sesuatu yang diperjuangkan tidak ada yang sia-sia. hanya saja perasaanku tidak tidak berbanding lurus dengan apa yang kamu rasa untukku. Aku belajar mengikhlaskanmu pergi. aku belajar mengikhlaskan bahwa kamu bukan untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar