Kuarungi awan mendung
langit gelap berjuntai embun
Entah Sampai kapan
Angin dingin terus menerus menggigit tulang rapuhku
Entah sampai kapan
Kapan berakhir bila tak berawal?
Kapankah terputus bila tak terjalin?
Dialah tiada awal tiada akhir
(dikirim oleh seorang teman, Januari 2006)
Kumpulan puisi yang tersimpan By, Anasta.Anra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar