Assalammualaikum....
Aku pernah berharap, berharap lebih malah. Aku juga pernah memohon tentangmu. Aku juga pernah tertawa bahagia karenamu. Aku juga pernah memperhatikanmu diam-diam.
Berjalan terus berjalan. Sabar terus-terusan sabar. Aku juga percaya sedingin apapun tembok es itu lama-kelamaan akan leleh juga. Kadang berfikir semua udah ada jalanNYA. Bukan tanpa sengaja bertemu denganmu. Juga bukan tanpa rasa menyimpan harapan tentangmu. Hanya saja akhir-akhir ini tanpamu harus bersikap buruk terhadapku (kamu tw justru itu menyakitkanku) Aku tw gak ada harapanmu yang kau titip untukku.
Untukmu yang
akhir-akhir ini telah terusik karenaq.. maaf
pernah menyebut namamu disetiap do’aq… maaf
juga mengkhawatirkanmu dalam ketidakpercayaan diriku ingin tw
keadaanmu, untukmu yang slalu jadi bahan olok-olokkan denganku
Mungkin dirimu jengkel,,entah lelah, bosan,. Maaf… bagiku perkataan mereka
adalah do’a. jadi , aku akan diam, tersenyum tanpa harus berkata apapun.
Aku punya batasan sendiri sejauh mana aku akan bertahan. Tanpa harus berlari meningalkanku, tanpa harus berpaling wajah menatapku, tanpa harus menjawab perkataanku dengan keras. Cukuplah bagiku harapanku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar