Malam ini sambil nonton drama korea, buka fb nya teman2... Astagfirullah Ya Allah...aku iri, sangat iri melihat mereka. Aku satu angkatan dengan mereka. Tetapi mereka sudah jauh lebih dahulu berumah tangga, bahkan ada yang sudah punya anak.
Mengingat satu per satu. Apakah mungkin aku belum dapat kepercayaan dariMU ya Allah untuk menjadi seorang istri, untuk menjadi seorang ibu. Hal ini benar-benar menghantui pikiranku. Baik di rumah, di tempat kerja, di lingkungan tempat tinggal, di tempat ngumpul hanya persoalan itu yang dibahas. Dengan pertanyaan yang aku pun belum tw jawabnya "kapan menikah?"
Dibanding mereka yang sudah tidak punya orang tua, sedangkan aku masih mempunyai orang tua yang masih ada, yang begitu baik terhadap anak2nya. Dibanding mereka yang tidak punya tempat tinggal, sedangkan aku masih bisa tidur dengan nyaman di rumah. Dibanding mereka yang harus mengemis mencari uang, sedangkan aku punya ijazah yang bisa dijadikan untuk mencari kerja. Dibanding mereka yang makan sehari sekali, sedangkan aku bisa makan berkali-kali. Dibanding mereka yang cacat, sedangkan aku terlahir dengan sempurna tidak cacat, sehat wal-afiat, Dibanding mereka yang tidak bisa membeli pakaian baru kecuali hari lebaran, sedangkan aku, jangankan pakaian, sepatu kerja aku punya lebih dari 15 pasang. Dibanding mereka yang harus ke warnet mengerjakan tugas, sedangkan aku punya perlengkapan sendiri di rumah. Dibanding mereka yang tidak punya kendaraan, sedangkan aku bisa jalan kemanapun yang aku mau. Entahhh, kalau ingat itu semua masih berhak kah aku cemburu atas kebahagiaan orang lain. Sedangkan begitu banyak nikmat yang kau berikan kepadaku.
Sungguh dari hati terdalam, aku sangat ingin menjalani kehidupan berkeluarga. Sangat ingin menjadi istri dan makmum bagi seorang suami di sisa hidupku. Aku ingin mendapat ridho dari suamiku. Aku ingin memberikan yang terbaik bagi suamiku. Ya Allah semoga belum kau ambil nyawaku sebelum aku bisa menjadi muslimah yang taat kepada suami, dan takut kepadaMU ya Allah......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar