Rabu, 28 November 2012

Tembok es, tidak melihatmu hari ini

Percakapan singkat dengan adecku tadi menyentuh hati juga. Dia bilang kamu dari dulu sampai sekarang sama saja tetap langsing. bedanya hanya tambah tua, ingattt teman2mu sudah banyak yang punya anak :-(
Haruskah aku sesali.. dan menyesalnya diarahkan kepada siapa? siapa yang bisa disalahkan dalam usia segini belum merrit jugaa.... 
Seandainya boleh memilih pasti aku akan memilih menjadi seorang istri yang bisa berbakti kepada suami, dan menjadi ibu yang bisa mengarahkan anaknya ke arah benar. 

Aku tw harapanku sia-sia. Aku sudah menunggumu. lama.. tapi tak ada reaksi yang mennyenangkan darimu. Aku tw harapanku tak berujung padamu. Hanya aku yang punya harapan dan kamu tidak menitipkan harapanmu padaku. 

hari ini pun aku masih menatap sepeda motormu ketika aku memarkirkan sepeda motorku di parkiran. Sampai di Kantor pun masih menatap bangkumu untuk pertama kalinya dibanding bangku-bangku yang lain. Selesai pergantian jam pun aku masih menatap bangkumu. dan aku tw hari ini kamu gak masuk kerja. karena sampai siang kamu gak ada. 

Tembok es, sekedar mengirim sms yang biasa kulakukan pun aku gak bisa. Aku tw hanya aku yang mengkhawatirkanmu ketika kamu tidak ada. Bahkan akhir-akhir ini sekedar perhatianku pun berkali-kali gak nyambung. Segitunyaaa...aku tidak bisa melakukan hal apapun untukmu. Aku tidak tw kemana kamu hari itu, aku juga gak tw kenapa kamu gak ada hari ini.


Kamuuu tw...aku khawatir kalau kamu sakit, andai kamu tw..orang yang pertama aku cari di tempat kerja yaa kamu, dan andai kamu tw... kamu, kamu, kamu, kamu bersarang d otakku.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar