Kefikiran nulis ini karena saat ini adalah hari Guru. Aku sudah menjadi guru honorer semenjak kuliah semester 5. Menjadi guru honor bukan musibah, apalagi pelarian sementara karena tidak ada kerjaan yang bisa dikerjakan. Menjadi guru honor awalnya ingin mencoba berdiri di depan yang mana dari ujung kepala sampai ujung kaki semua dilihat. Mencoba mengisi rasa percaya diri yang masih kurang. Aku honor pertama kali di sekolah swasta berlatar belakang Pesantren. Dengan jumlah siswa yang tidak banyak dan dengan lingkungan yang baik aku mengawali kegiatan baruku. Saat itu per jam ngajar hanya di bayar Rp. 3000,00 saja. Bayangkan cuap2 di depan panjang lebar menjelaskan hanya di bayar segitu. :-) Tapi..jangan salah, ada kebahagiaan tersendiri ketika kamu bisa berdiri dan menyampaikan ilmu di depan kelas. Ada kebahagiaan yang tidak tersampaikan dengan kata-kata yang nilainya jauh ribuan kali lipat dengan honor yang aku terima ketika mereka mengerti dengan apa yang aku sampaikan, atau ketika mereka dengan ekspresi bingungnya mencoba mencerna apa yang aku sampaikan.
Iyaaa sich bener banget jika semua orang berfikiran menjadi guru honor saja pasti biaya hidup tidak terpenuhi. Dengan honor yang sangat murah dan dibayar nya hanya per 3 bulan, bahkan kadang lewat dari 3 bulan. Lucunyaaa, aku pernah terima hanya Rp. 12.000 saja per bulan untuk honor mengajar kimia. Seminggu aku hanya punya jadwal mengajar kimia 2 jam. Berarti 1 bulan 8 jam. Seharusnya dapatnya Rp. 24.000 tetapi karena ada tanggal merah di jadwal ngajarku dan minggu berikutnya aku ijin karena sakit. jadinya hanya dapat Rp. 12.000 per bulan. Sedangkan biaya bensin saja Rp. 5.000 per liter. hohoho... karena aku masih sendiri, artinya belum memerlukan biaya banyak untuk kehidupanku selain biayaa kuliahku saat itu, jadi aku merasa belum ada masalah dengan honor segitu. Honor ngajarku tidak bisa membantu untuk biaya kuliah, jadi aku berjuang untuk mendapatkan beasiswa untuk mengurangi biaya kuliahku.
Stoppp, berkeluh kesah dengan jumlah gaji yang diterima. Buktinya sekarang sudah berada di sekolahku yang ke-5 tempatku mengajar. Setelah 4 tahun honor sekarang gaji honornya di sekolah swasta yang berlatar belakang Pesantren sudah menjadi Rp. 6.000 per jam. :-) Dan faktanya aku masih menjadi guru... dan guru "honor" .. Asalkan ikhlas aku yakin murid2ku pasti memberikan do'a yang terbaik kepada gurunyaa.. aku hanya berharap apa yang aku sampaikan kepada mereka adalah ilmu yang nantinya bisa bermanfaat buat mereka meneruskan perjalanan lika-liku kehidupan.
next...akan kutulis lagi ceritaku menjadi guru honor................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar